Jika anda baru lulus sebagai sarjana saat ini. Berapa gaji yang anda minta?
Pertanyaan tentang penghasilan dan gaji sering diutarakan kepada saya oleh lulusan sarjana yang baru saja wisuda. Mereka sering tidak mengerti dan tidak tahu berapa harga yang akan mereka sodorkan kepada HRD sebuah perusahaan yang akan menerima mereka.
Saya sendiri bingung juga. Sebab tidak ada harga yang pasti untuk sarjana di negeri ini. Mendapatkan pekerjaan yang baik, layak dan bergaji besar sering berdasarkan keberuntungan dan nasib.
Namun bila kita ingin kembali kepada Sang Sarjana tadi. Ada beberapa hal yang sering menganggu pikiran saya.
-
Pertama, Sebagai sarjana, Anda ( begitu saya menyebut pencari kerja bergelar sarjana tadi) merasa mampu atau tidak untuk bekerja sesuai dengan disiplin ilmu anda.
-
Kedua, Anda termasuk mahasiswa yang bagaimana sewaktu kuliah. ( sering bolos kuliah, hanya main-main saja mencari teman dan sekedar lulus, atau serius belajar dan benar-benar paham dengan ilmu yang dipelajari).
-
Ketiga, Ada atau tidak, lowongan yang sesuai dengan ilmu pengetahuan anda.
-
Keempat, Pernahkah berpikir untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri.
-
Kelima, Berapa kebutuhan financial anda dalam sebulan, sebab kebutuhan masing-masing orang berbeda.
-
Keenam, Apakah bekerja hanya sebagai status di masyarakat. Sebab tanpa bekerja pun kebutuhan financial anda sudah terpenuhi oleh orang tua yang kaya raya tujuh turunan.
-
Ketujuh, Apa hoby anda? Sebab banyak orang yang bekerja ditempat yang mereka tidak suka. Terpaksa bekerja karena tidak ada pilihan lain.
Akhirnya.. Saya simpulkan.. tidak ada harga standar untuk gaji seorang lulusan sarjana. Baik itu dari universitas ternama sekalipun. Semua tergantung rejeki masing-masing. Perusahaan masing-masing dan kebutuhan hidup masing-masing orang.
Sebab kata seorang trainer ASTRA yang dahulu pernah mentraining saya. “Hidup itu adalah antara jual dan beli”
Jadi jika anda mematok sepuluh juta untuk Gaji seorang Fresh Graduate. Sah-sah saja.
Jika Pembeli mau dan Penjual setuju. Antara HRD dan Sarjana tadi.
Sebuah pilihan dalam bekerja
Tidak terasa sudah enam bulan lebih tidak pergi ke kantor. Kerja dari rumah bermodalkan notebook dan koneksi internet dengan Starone dan GPRS xl unlimited. Setiap manusia mempunyai kewajiban untuk bekerja. Bekerja untuk hidup karena menghasilkan uang untuk makan. dan dengan bekerja kita menjadi lebih hidup sebagai manusia.
Memilih pekerjaan memang sebuah tantangan tersendiri. Semua tergantung keinginan dan pengetahuan kita tentang pekerjaan itu sendiri. Ada orang yang ingin enak, santai, hura-hura, nganggur tidak ngapa-ngapin (istilah bahasa betawinya) tapi punya duit dan segala harta benda sesuai kebutuhan. Namun banyak juga orang yang tidak bisa nganggur. Ingin selalu mempunyai pekerjaan. Sering di sebut sebagai “Workaholic” atau gila kerja.
Menurut saya, sebagai manusia kita harus bekerja. Selalu menggunakan badan dan otak kita untuk bergerak dan berpikir agar selalu hidup. Banyak pilihan dalam memilih pekerjaan. Semua tergantung kemampuan dan kemauan.
Satu bulan terakhir saya mencoba bekerja sebagai tukang parkir di internet. Idenya sederhana. Yaitu membeli lahan parkir dan berharap ada yang datang dan parkir sebentar lalu memberikan satu klik untuk pendapatan kita. Ternyata memang benar. Menjadi tukang parkir itu di mana-mana enak. hanya nongkrong lalu memungut biaya parkir. Modal lahan sedikit dan maintenance yang simple.
Di internet banyak sekali tempat parkir. Istilah kerennya Domain parking. Jika anda menjadi tukang parkir di sebuah mall, pendapatan anda limaratus rupiah atau seribu rupiah setiap kendaraan yang parkir. pendapatan tergantung dari jumlah yang parkir. Semakin banyak yang parkir tentu semakin banyak pendapatan anda. Tertarik menjadi tukang parkir?




