Saat ini saya sedang sedih

Berkata jujur kepada diri sendiri terkadang penting.
Apakah saya sedang senang, saya gembira, saya bersuka cita, atau sebaliknya
saya sedang berdukacita, saya sedang sedih atau saya sedang kecewa.
Saat ini…
Saya sedang sedih. Bagaimana tidak sedih, jika selama ini saya
bersemangat untuk bekerja, mencipta dan berkarya dengan tujuan akhir yang mulia.
Namun semua harapan itu hilang di saat cita-cita dan impian itu
sudah di berada di depan mata dan telah memegangnya.
Tinggal menggunakan untuk tujuan akhir yang mulia itu.
Sia-sia…
Semua terasa sia-sia. Hampa, kosong dan tidak berarti. Ingin aku membuang semua
yang telah aku capai, mencampakkan ke dalam tong sampah dan melupakannya.
Bagaimana tidak sedih hanya tinggal selangkah lagi. Peralatan sudah siap, senjata sudah dipinggang,
Ikat pinggang telah kencang. Keping uang bergelantungan, biaya sudah tidak lagi masalah.
yakin menang di medan perang.
Perang, ya maju ke medan perang bertemu dengan sang tujuan dan mengalahkannya.
Namun, Setiba di medan perang, tidak ada musuh, tidak ada teman, tidak ada siapa-siapa.
Kosong, tidak ada yang harus dimenangkan. Hampa, Semua yang melekat di badan tidak berarti.
Semua kemampuan yang diasah bertahun-tahun tidak berguna.
Harta dan kekayaan yang dikumpulkan hanya menjadi sandangan badan sendiri.
Tidak berarti.

Bagaimana kita menang jika tidak ada yang dikalahkan.
Bagaimana mencapai cita-cita jika Sang Cita-cita sudah tidak ada.
Bagaimana ingin bahagia bila kebahagiaan itu telah pergi.
Bagaimana menjadi kaya jika tidak ada pembanding yang lebih miskin.
Nothing…
Semua kosong, semua tidak berarti.
Saya sedang sedih, ditinggal oleh cita-cita, dihampakan oleh kekosongan.
Saya kecewa, kerjaku sia-sia.
Saya berdukacita karena dia telah pergi.

Aku termenung… Akankah ada cita-cita baru, agar aku bersemangat untuk hidup.
Berlari mengejar impian, bersiap-siap lagi untuk berlaga.
Hanya tuhan yang tahu, dan kapan harapan itu akan diberikannya.

“Untuk seseorang yang sangat aku sayangi”

Di saat tengah malam aku termenung…
Klaten, 14 September 2007

Related posts:

  1. Saya tidak tahu semuanya, saya hanya percaya Kata-kata di atas ada dalam kalimat yang diucapkan oleh Oracle dalam film matrix. Ya…. Sangat menarik ungkapan tersebut, sebab ternyata secara tidak sadar itulah pedoman saya selama ini. “Percaya” , “Trust” Saya jadi teringat waktu saya mengajari seorang teman saya yang sekarang ini menjadi seorang blogger. Pada awalnya ia ragu...
  2. Jika anda baru lulus sebagai sarjana saat ini. Berapa gaji yang anda minta? Pertanyaan tentang penghasilan dan gaji sering diutarakan kepada saya oleh lulusan sarjana yang baru saja wisuda. Mereka sering tidak mengerti dan tidak tahu berapa harga yang akan mereka sodorkan kepada HRD sebuah perusahaan yang akan menerima mereka. Saya sendiri bingung juga. Sebab tidak ada harga yang pasti untuk sarjana di...
  3. Sedih dan senang karena Om google datang Datang tidak permisi, pergi tidak di antar..Itulah Google Page Ranking.Saya tidak tahu kapan datangnya google. Mungkin semalam mereka menghampiri setiap website yang beredar di seluruh dunia. Dunia internet. Bagi yang PR-nya naik tentu senang. Sedangkan yang kehilangan Warna Hijau di PR google tentu akan sedih. Selain pendapatan akan menurun dengan...