Susahnya berurusan dengan Bank
Aneh memang, duit-duit kita, uang-uang kita. Sewaktu kita menabung tentu bank dengan mudah approve aplikasi kita Uang masuk. Its Ok no problem. Anehnya bila kita ingin mengambil uang kita. Musti tanda tanganlah, harus sama tanda tangannyalah, KTP harus sesuai dengan wilayah, dan lain-lain musti OK. Baru deh kita bisa mengambil uang kita.
Ada info, beberapa teman akhirnya gagal mendapatkan verifikasi dari Paypal.
Sebuah bank online dari USA yang sangat dicintai oleh Para Netpreuner (pencari uang melalui internet)
Alasan klasik… tidak punya kartu kredit..
Mengajukan kartu kredit di tolak dan mulai lesu berjuang mencari sesuap nasi dari internet.
Setelah saya pikir-pikir. Rasa susah itu muncul karena kita tidak tertib. Tertib dalam management pribadi untuk urusan legalitas.
Hukum dan Administrasi sering menjadi sesuatu momok di negeri kita, sehingga banyak orang malas untuk mengurus sendiri dan lebih suka membayar orang untuk menyelesaikan urusan tersebut.
Nah kalo urusan dengan Bank. baru deh tahu rasa. Harus di urus sendiri, tandatangan sendiri.
Tentu, sebab tidak ada orang yang mau kehilangan uangnya
Jadi apakah susah berurusan dengan Bank. Bisa ya, bisa tidak.
Bila anda terbiasa berurusan dengan administrasi dan tertib, hal tersebut sangat mudah.
Inti hubungan kita dengan bank adalah kepercayaan Bank terhadap nasabahnya. Nah, bangunlah hubungan itu dengan baik.
Maka tentunya bila kita memiliki hubungan baik maka segalanya mudah.. ya nggak…
Berbeda itu indah
Akhir-akhir ini, di negara tercinta sering terjadi perdebatan atas sebuah perbedaan pendapat. Karena kepentingan sepihak dan golongan masing-masing memaksakan kehendak terhadap satu dengan yang lain.
Apakah dengan persamaan dunia akan menjadi damai dan indah?
Dalam renungan malam saya mulai berpikir. Andai kata semua dari manusia sama.
Sama warna kulitnya, sama makanannya, sama ideologinya, sama bajunya, sama cara bicaranya dan sama prilakunya…
Intinya sama semua..
Tidak terbayangkan.
Bila manusia di dunia ini hanya terdiri dari satu jenis warna kulit. Apa yang terjadi? Yang jelas, logo olimpiade harus di ganti. Bila semua manusia makan beras, pasti negara kita tidak kebagian impor karena kalah bersaing dengan negara yang maju dan memiliki uang.
Mungkin memang sudah dari sononya. Bahwa manusia tercipta dengan bentuk dan warna serta adatnya berbeda-beda, namun tetap satu species ciptaan tuhan.
Sebab bumi bulat. Maka ada musim panas dan musin dingin di eropa. Dan musim panas serta musim hujan di daerah katulistiwa, Sehingga bantuk baju, dan jenis kain yang dipakai berbeda-beda sesuai dengan alam sekitarnya.
Setelah aku pikir-pikir. Dari apa yang kita lihat sehari-hari saja, sangatlah tidak menyenangkan jika semuanya sama.
Dunia pasti akan terasa sumpek dan membosankan.
Dari kelakuan dan pengamatan sehari-hari dengan kasat mata saja kita tahu bahwa tidaklah mungkin disamakan pendapat semua manusia di bumi ini. Pasti ada perbedaan. Namun yang penting jangan saling menyakiti. Harusnya konsep , saya senang, anda senang, dan semua orang di lingkungan kita bahagia di laksanakan.
Bagaimana mungkin menyamakan sesuatu yang tidak kasat mata? Susah, wong yang kelihatan saja tidak bisa disamakan dan dipaksakan.
Sebab sekitar kita tetap akan selalu berbeda dengan diri kita sendiri.
Dengan berbeda dunia menjadi indah…, sangat indah….
Jika saling menghargai dan saling mengasihi. Walau berbeda , hidup ini akan terasa sangat indah.
Bertahan hidup dengan internet
Sudah sekian lama tidak menulis dalam bahasa Indonesia. Agak sedikit pusing dalam mencari tema yang ok dan cukup bagus untuk di sharingkan dengan teman-teman.
Judulnya “bertahan hidup dengan internet”.
Mungkin judulnya kurang tepat. Apalagi jika melihat dasar teori keyword untuk mengundang masa melihat tulisan kita. Tapi nggak apa-apa. Yang penting tulisan ini hasil karya sendiri. J
Sudah lebih dari setahun saya bertahan hidup dengan mengandalkan pendapatan dari internet. Setelah bosan bergaul dengan dunia pabrikasi dalam bidang pengecatan. Dan sudah capek keliling ke sana-sini menghabiskan masa indah sewaktu muda.
Banyak yang Tanya bagaimana cari uang dari internet. Karena pusing menjawab, terpaksa YM di matikan dan dalam posisi hidden terus. Capek menanggapi pertanyaan yang tidak mutu, hanya sekedar basa-basi. Apalagi menguji kita sampai di mana kemampuan dan pendapatan saya sebulan dari internet.
Pada dasarnya saya senang memiliki banyak teman. Toh, tanpa jaringan teman, kehidupan dari internet tidak bias survive. Namun, karena banyak yang ngeyel dan hanya menguji, serta tidak percaya bahwa saya benar-benar berusaha dan bekerja secara jujur di dunia marketing online, affiliasi, review dan bisnis lainnya di internet.
Dan yang parah.. banyak yang Tanya cara instan dapat ribuan dollar dalam waktu singkat. Mimpi.. dapat ribuan dollar dalam sebulan bukan tidak mungkin. Mungkin, namun di butuhkan kerja keras dan keteraturan dalam berinternet.
Jika ada pertanyaan.. berapa penghasilan mu dalam sebulan masboni?
Jawaban saya hanya satu.. Cukup untuk makan dan bayar tagihan intenet. Serta membeli kebutuhan pokok untuk hidup.
Itu saja…
Setidaknya saya bisa bertahan hidup dengan puluhan blogspot saya, puluhan uni.cc dan beberapa dot com.
Perhitungan Return Of Investment masih masuk category sehat.
Sekali lagi jika ada pertanyaan bagaimana caranya. Saya hanya menyarankan anda untuk berkarya. Dan gunakan intenet sebagai media untuk publikasi karya anda. Entah itu tulisan, gambar, desain, foto, atau apa saja yang memungkinkan untuk dipublikasikan di internet. Bisa dalam bentuk blog, website, forum, toko atau apapun.
So.. bertahan hidup di internet adalah berkarya dengan menggunakan alat (tools) computer serta koneksi jaringan internet. Itu saja !
Perjalanan hidup tiga tahunan
Ini terjadi pada diriku. Mungkin juga terjadi pada anda juga. Perjalanan hidup 3 tahunan.
Angka tiga menjadi sebuah momentum hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Sadar tidak sadar
anda mengalaminya.
Kehidupan tiga tahunan di mulai saat kita pertama kali masuk sekolah.
Sekolah dasar.Sekolah pertama yang harus kita lalui selama dua kali tiga tahun. Jika beruntung
mungkin bisa empat atau lima tahun bila sang guru menyadari anda seorang yang cerdas dan boleh melompat
dua kelas di atasnya.
sekolah menegah pertama, harus anda jalani selama tiga tahun. SMP memang menarik, masa akhir balik yang menyebangkan.
Sekolah Menengah Lanjutan atas,Masa terindah saat sekolah.
Melanjutkan kerja? ke Diploma 3 tahun, atau S1 sarjana yang sering dilalui dengan dua kali tiga tahun juga.
Kemudian bekerja. Tiga tahun bosan pindah, cuti lalu pindah.
Siklus tiga tahunan dengan teman-teman baru etiap tiga tahun.
Its my live…..
Saat ini saya sedang sedih
Berkata jujur kepada diri sendiri terkadang penting.
Apakah saya sedang senang, saya gembira, saya bersuka cita, atau sebaliknya
saya sedang berdukacita, saya sedang sedih atau saya sedang kecewa.
Saat ini…
Saya sedang sedih. Bagaimana tidak sedih, jika selama ini saya
bersemangat untuk bekerja, mencipta dan berkarya dengan tujuan akhir yang mulia.
Namun semua harapan itu hilang di saat cita-cita dan impian itu
sudah di berada di depan mata dan telah memegangnya.
Tinggal menggunakan untuk tujuan akhir yang mulia itu.
Sia-sia…
Semua terasa sia-sia. Hampa, kosong dan tidak berarti. Ingin aku membuang semua
yang telah aku capai, mencampakkan ke dalam tong sampah dan melupakannya.
Bagaimana tidak sedih hanya tinggal selangkah lagi. Peralatan sudah siap, senjata sudah dipinggang,
Ikat pinggang telah kencang. Keping uang bergelantungan, biaya sudah tidak lagi masalah.
yakin menang di medan perang.
Perang, ya maju ke medan perang bertemu dengan sang tujuan dan mengalahkannya.
Namun, Setiba di medan perang, tidak ada musuh, tidak ada teman, tidak ada siapa-siapa.
Kosong, tidak ada yang harus dimenangkan. Hampa, Semua yang melekat di badan tidak berarti.
Semua kemampuan yang diasah bertahun-tahun tidak berguna.
Harta dan kekayaan yang dikumpulkan hanya menjadi sandangan badan sendiri.
Tidak berarti.
Bagaimana kita menang jika tidak ada yang dikalahkan.
Bagaimana mencapai cita-cita jika Sang Cita-cita sudah tidak ada.
Bagaimana ingin bahagia bila kebahagiaan itu telah pergi.
Bagaimana menjadi kaya jika tidak ada pembanding yang lebih miskin.
Nothing…
Semua kosong, semua tidak berarti.
Saya sedang sedih, ditinggal oleh cita-cita, dihampakan oleh kekosongan.
Saya kecewa, kerjaku sia-sia.
Saya berdukacita karena dia telah pergi.
Aku termenung… Akankah ada cita-cita baru, agar aku bersemangat untuk hidup.
Berlari mengejar impian, bersiap-siap lagi untuk berlaga.
Hanya tuhan yang tahu, dan kapan harapan itu akan diberikannya.
“Untuk seseorang yang sangat aku sayangi”
Di saat tengah malam aku termenung…
Klaten, 14 September 2007




