Saya tidak tahu semuanya, saya hanya percaya
Kata-kata di atas ada dalam kalimat yang diucapkan oleh Oracle dalam film matrix. Ya…. Sangat menarik ungkapan tersebut, sebab ternyata secara tidak sadar itulah pedoman saya selama ini. “Percaya” , “Trust”
Saya jadi teringat waktu saya mengajari seorang teman saya yang sekarang ini menjadi seorang blogger. Pada awalnya ia ragu dengan cerita bahwa dengan menulis di blog secara konsisten dapat menghasilkan uang. Apalagi jika tulisan artikel di tulis dalam bahasa asing, khususnya bahasa inggris. Agak sulit menjelaskan pada orang-orang tertentu bahwa semua hasil karya. Baik karya tulisan ataupun karya foto, design, music atau apapun yang bertujuan untuk membuat hidup lebih indah dan lebih mudah memiliki harga.
Jika saya amati ada dua perbedaan mendasar dalam karya seseorang di dunia ini. Kita ambil contoh perbedaan antara orang Eksak/Teknik dengan Orang Sosial.
Bila kita amati ternyata bidang eksak akan dapat membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Contohnya kita lebih mudah berkomunikasi karena handphone yang diciptakan oleh orang-orang teknik. Contoh lain misalnya, kendaraan bermotor diciptakan untuk mempermudah kita pergi ke suatu tempat dengan cepat dan hemat energi.
Sedangkan bidang social dapat membuat hidup orang menjadi lebih indah. Indah karena ada puisi, film, lagu, management ekonomi dan sebagainya.
Coba bayangkan jika hubungan antara kedua bidang ini harmonis. Selain hidup kita menjadi lebih mudah. Kita juga merasa akan bahagia dengan indahnya kehidupan.
Kembali dengan internet. Blog/Website sebagai wadah untuk mengungkapkan siapa diri kita dan hasil karya kita kepada orang lain. Terkadang kita tidak menyadari potensi pada diri kita. Ternyata karya kita banyak yang mengagumi dan menggemarinya. Namun kita juga menjadi tidak takabur dan sombong. Sebab di dunia ini banyak orang yang lebih pandai dari kita. Lihat di internet begitu banyak karya yang bertebaran dalam berbagai bentuk.
Saya memang tidak tahu semua hal bidang dan baru sedikit sekali mengetahui lika-liku bisnis di internet. Tapi saya percaya. Bahwa jika kita membuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain dalam bentuk tulisan, gambar, design, photo atau apapun dan kita publikasikan serta kita “sharing” kepada orang lain, maka hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang sia-sia. Dan bahkan dapat menjadi asset dan uang dikemudian hari.
Akhirnya dengan modal kepercayaan teman tadi, dia memulai membuat blog. Dan dalam waktu dua bulan berselang dia sudah merasakan nikmatnya menerima rupiah di rekening banknya. Bisa hidup dengan menulis dan berkarya dari kamar 3×4 kos-kosan di kota Yogyakarta. Good Luck Jack ! and Ayo My brother kita berkarya.
Berakhirnya Hosting dan Domain Gratisan Ku
Bicara tentang ROI (Return Of Investment) ternyata sangat membuat hati galau dan resah. Setelah mulai menggunakan hosting berbayar maka perhitungan management website harus benar-benar di jaga. Biaya Hosting dan renew Domain harus di hitung dimuka sebelum membangun sebuah website.
Jika dahulu pernah dibahas tentang domain dan hosting gratisan. Sekarang mulai deh membahas beberapa domain berbayarku yang terancam expired. Setelah Pandela.com menghilangkan service gratisnya, maka beberapa domain gratisanku terancam hilang akhir bulan ini. Sebab hosting mereka tidak gratis lagi. Kita diharuskan membayar sewa hosting yang lumayan juga harganya. Ragu-ragu nich ingin memperpanjang domain gratisan walaupun sudah ber-PR (Page Ranking) Dua. Sebab jika dihitung-hitung, biaya hosting tidak sebanding dengan pendapatan web tersebut dalam sebulan. kadang untung tipis dalam sebulan. Tidak lebih dari $5 USD.
Terpaksa memindahkan beberapa domain di www.uni.cc dan www.co.cc yang gratisan dengan hosting berbayar di servage yang murah meriah dan berkapasitas besar (untung belum over bandwith).
Terpisah karena teknologi
Teknologi memisahkan kita. Benarkah? Ada benarnya. Saat ini banyak pasangan yang terpisah karena teknologi. Tidak bertemu muka langsung karena merasa cukup bicara dengan telpon melalui Seluler atau HandPhone. Atau hanya chatting dengan media internet.
Komunikasi menjadi demikian mudah namun personal touch menjadi semakin rendah. Benar kah? ![]()
Be perfect in computer and everything (Sempurna)
“Perfectsionist“, sebuah kata yang sering kita dengar sehari-hari. “Ah, mana mungkin”. Banyak orang di negara kita yang tidak begitu menyukai sesuatu yang ideal. Sebab keidealan tersebut menghambat beberapa orang yang tidak dapat mencapai kata sempurna. Kata-kata “tidak ada manusia yang sempurna”, lalu kalimat yang bilang bahwa “kita bukan tuhan”, atau”saya bukan nabi”. Sering terdengar di antara kita.
Padahal kata “sempurna”. (Seperti lagu Andra and The BackBones) dapat berarti tanpa kesalahan sama sekali.
Dalam bidang komputer kesempurnaan sangat dibutuhkan. Coba anda bayangkan jika anda salah satu karakter saja dalam penulisan alamat website. Dapat dipastikan website yang anda tuju tidak akan muncul.
Misalkan anda ingin mengunjungi sebuah website tentang “Cakruk“. Menurut pengetahuan saya cakruk adalah sebuah tempat yang sering digunakan orang yng suka “nongkrong” atau duduk-duduk sambil “ngobrol” minum kopi untuk daerahan wilayah Jogjakarta dan Sekitarnya. “Tempat nongkrong” begitu istilah anak-anak jakarta. Namun untuk wilayah Jawa Timur kara cakruk biasanya ditulis dengan tambahan “ng” menjadi “Cangkruk”. Dengan perbedaan dua huruf tersebut tentu website yang kita tuju tidak akan terlihat. Apalagi jika ada adalah seorang programer dan anda mendalami sebuah bahasa pemrograman komputer. Salah satu titik saja pada program yang anda buat maka program tersebut tidak akan dapat jalan dengan sempurna.
Maka menjadi perfectsionist itu penting.
Teman saya seorang akunting sering berkata. Jika uang satu milyar kita tuliskan dengan salah. Maka akan berakibat fatal.
SO.. “Be perfect”. Usahakan untuk menjadi sempurna dalam bekerja dan membuat sebuah karya.
“Tanpa kesalahan satu titik pun”
Perjalanan mencari cinta
Cinta itu buta. Memang benar-benar buta. Sering tidak menggunakan mata dalam melihat. Lebih mengutamakan perasaan. Namun mata tidak bisa berbohong. Istilah dari “mata turun ke hati” adalah benar adanya. Tetapi bagaimana dengan orang buta yang tidak di karuniai pengelihatan baik. Apakah mereka tidak bisa mendapatkan cinta? Salah. Mereka bisa mendapatkannya dan merasakan cinta tersebut.
Sebab Cinta Itu Buta. Orang buta sudah mendapatkan cinta sendiri. Sebab semua manusia di berikan kelebihan dan kekurangan karena cinta dari Yang Maha kuasa. Karena Sang Esa sudah memiliki rencana tersendiri untuk masing-masing pribadi.
Kekurangan dan kelebihan kita bisa kita pergunakan untuk mencari cinta ..
Carilah cinta sampai lubuk hatimu yang paling dalam dengan melakukan perjalanan cinta.
Duplicate content sama dengan copy paste?
Jika anda menghargai karya orang lain tentu anda tidak akan menjiplak atau meng-copy paste artikel, images atau content dari blog atau website orang lain. Namun bagaimana jika kita berjualan sebuah product? Menurut nalar saya, tentunya secara spesifikasi product yang akan kita jual kemungkinan besar juga di jual oleh orang lain. Hal ini memungkinkan kita sengaja tidak sengaja untuk mengkopi descripsi produk tersebut. Nah, kejadian tersebut akan terlihat seperti duplicate content. Sebaiknya hindari mengkopi secara “Plek” atau seratus persen sama. Misalkan anda berjualan product-product amazon dan mengunakan Rss feed-nya seperti blog ini. Usahakan untuk menambah beberapa kata-kata dan mereview product dengan kata-kata anda sendiri. Ada beberapa tips untuk menghindari “CAP” duplicate content dari search engine.Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat duplicate content yang lebih aman.
Berikut ini adalah 10 tips untuk anda yang disadur dari MoreNice
- Gunakan artikel pada halaman yang memiliki ukuran menu solid
- Usahakan menambah unik artikel pada awal “content” dan di akhir “duplicate content” anda
- Gunakan sinonim kata untuk mengganti beberapa kata dalam artikel
- Masukkan komentar di tengah-tengah artikel atau link informasi detailnya
- Isi sebuah kontekstual product review ( dengan gambar di tambah satu paragrah lebih baik)
- Bagilah halaman menjadi dua halaman dengan minimal 150-200 kata
- Tulis ulang artikel dengan kata-kata anda sendiri
- Kombinasikan dua atau lebih artikel dalam satu artikel anda
- Jika ada urutan descripsi, susun ulang dan campurkan dengan yang lain
- Berpikirlah untuk tampil beda dalam satu artikel tersebut.




